Selasa, 12 Oktober 2010

Buku.Ku


RINGKASAN ISI BUKU

Pengertian Air
Air merupakan komponen lingkungan  yang  penting  bagi  kehidupan. Makhluk hidup  di  muka  bumi  ini  tak  dapat  terlepas  dari  kebutuhan  akan  air.  Air  merupakan kebutuhan utama bagi proses kehidupan di bumi, sehingga tidak ada kehidupan seandainya di  bumi  tidak  ada  air.  Namun  demikian,  air  dapat  menjadi  malapetaka  bilamana  tidak tersedia  dalam  kondisi  yang  benar,  baik  kualitas  maupun  kuantitasnya. Air bersih  sangat  didambakan  oleh  manusia,  baik  untuk  keperluan  hidup  sehari-hari,  untuk keperluan industri, untuk kebersihan sanitasi kota, maupun untuk keperluan pertanian dan lain sebagainya.

Pengertian Pencemaran Air
            Dalam  PP  No.  20/1990  tentang  Pengendalian  Pencemaran  Air,  pencemaran  air didefinisikan  sebagai  :  pencemaran  air  adalah  masuknya  atau  dimasukkannya  mahluk hidup, zat, energi dan atau komponen lain ke dalam air oleh kegiaan manusia sehingga kualitas air turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan air tidak berfungsi lagi sesuai dengan peruntukannya”. Berdasarkan   definis pencemaran   air,   penyebab   terjadinya   pencemaran   dapat berupa  masuknya  mahluk  hidup,  zat,  energi  atau  komponen  lain  ke  dalam  air  sehingga menyebabkan kualitas air tercemar. Masukan tersebut sering disebut dengan istilah unsur pencemar,  yang  pada  prakteknya  masukan  tersebut  berupa  buangan  yang  bersifat  rutin, misalnya buangan limbah cair. Aspek pelaku/penyebab dapat yang disebabkan oleh alam, atau  oleh  manusia.  Pencemaran  yang  disebabkan  oleh  alam  tidak  dapat  berimplikasi hukum,  tetapi  Pemerintah  tetap  harus  menanggulangi  pencemaran  tersebut.  Sedangkan aspek akibat dapat dilihat berdasarkan penurunan kualitas air sampai ke tingkat tertentu. Pengertian tingkat tertentu dalam definisi tersebut adalah tingkat kualitas air yang menjadi batas antara tingkat tak-cemar (tingkat kualitas air belum sampai batas) dan tingkat cemar (kualitas  air  yang  telah  sampai  ke  batas  atau  melewati  batas).  Ada  standar  baku  mutu tertentu  untuk  peruntukan  air.

Indikator Pencemaran Air
Indikator atau tanda bahwa air lingkungan telah tercemar adalah adanya perubahan atau tanda yang dapat diamati yang dapat digolongkan menjadi :

-        Pengamatan secara fisis, yaitu pengamatan pencemaran air berdasarkan tingkat kejernihan  air  (kekeruhan),  perubahan  suhu,  warna  dan  adanya  perubahan warna, bau dan rasa
-        Pengamatan secara kimiawi, yaitu pengamatan pencemaran air berdasarkan zat kimia yang terlarut, perubahan pH
         -        Pengamatan  secara  biologis,  yaitu pengamatan  pencemaran  air  berdasarkan mikroorganisme yang ada dalam air, terutama ada tidaknya bakteri pathogen.
                   Indikator yang umum diketahui pada pemeriksaan pencemaran air adalah pH atau konsentrasi  ion  hydrogen,  oksigen  terlarut  (Dissolved  Oxygen,  DO),  kebutuhan  oksigen biokimi (Biochemiycal   Oxygen   Demand,   BOD)   serta   kebutuhan oksigen   kimiawi (Chemical Oxygen Demand, COD).

Sumber Pencemaran Air
Banyak penyebab sumber pencemaran air, tetapi secara umum dapat dikategorikan menjadi 2 (dua) yaitu sumber kontaminan langsung dan tidak langsung. Sumber langsung meliputi  efluen  yang  keluar  dari  industri,  TPA  sampah,  rumah  tangga  dan  sebagainya. Sumber tak langsung adalah kontaminan yang memasuki badan air dari   tanah, air tanah atau  atmosfir  berupa  hujan  (Pencemaran  Ling.  Online,  2003).  
Pada  dasarnya  sumber pencemaran air berasal dari industri, rumah tangga (pemukiman) dan pertanian. Tanah dan air   tanah   mengandung   sisa   dari   aktivitas   pertanian   misalnya   pupuk   dan   pestisida. Kontaminan dari atmosfir juga berasal dari aktifitas manusia yaitu pencemaran udara yang menghasilkan hujan asam.

Dampak Pencemaran Air
Dampak pencemaran air pada umumnya dibagi dalam 4 kategori (KLH, 2004)
- dampak terhadap kehidupan biota air
- dampak terhadap kualitas air tanah
- dampak terhadap kesehatan
- dampak terhadap estetika lingkungan








Penanggulangan Pencemaran Lingkungan
           Pada  prinsipnya  ada  2  (dua)  usaha  untuk  menanggulangi  pencemaran,  yaitu penanggulangan  secara  non-teknis  dan  secara  teknis.   Penanggulangan  secara  non-teknis yaitu  suatu  usaha  untuk  mengurangi  pencemaran  lingkungan  dengan  cara  menciptakan peraturan perundangan yang dapat merencanakan, mengatur dan mengawasi segala macam bentuk  kegiatan  industri  dan  teknologi  sehingga  tidak  terjadi  pencemaran.  Peraturan perundangan  ini  hendaknya  dapat  memberikan  gambaran  secara  jelas  tentang  kegiatan industri yang akan dilaksanakan, misalnya meliputi AMDAL, pengaturan dan pengawasan kegiatan  dan  menanamkan  perilaku  disiplin.  Sedangkan  penanggulangan  secara  teknis bersumber  pada  perlakuan  industri  terhadap  perlakuan  buangannya,  misalnya  dengan mengubah  proses,  mengelola  limbah  atau  menambah  alat  bantu  yang  dapat  mengurangi pencemaran.

           

Tidak ada komentar:

Posting Komentar